Dana Belum Turun, Utang untuk Bedah Rumah
https://banyuwanginews1.blogspot.com/2017/03/dana-belum-turun-utang-untuk-bedah-rumah.html
CLURING-Rumah Tasripan, 36, tukang
servis TV asal Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring,
yang rumahnya nyaris ambruk dan tidak mampu memperbaiki, akhirnya dapat
bantuan bedah rumah. Sejak Minggu (12/3), warga telah gotong royong
membongkar rumahnya yang berada di RT 1, RW 4 itu untuk diperbaiki.
Bahan material seperti pasir, sudah datang sejak Sabtu (11/3).
“Kita gotong royong memperbaiki rumahnya Tasripan,” cetus ketua RT 1, RW
4, Hojin. Hojin menyebut Tasripan yang rumahnya akan ambruk itu, selama
ini telah ditetapkan penerima bantuan bedah rumah dari pemerintah
desa. Dan itu, sudah pernah disampaikan ke warga pada Kamis (9/3).
“Saya minta pada warga untuk membantu perbaikan,” katanya. Dalam program
bedah rumah itu, Hojin mengungkapkan anggaran yang telah ditetapkan
sebesar Rp 7,5 juta. Tapi hingga kini, dana itu juga belum cair.
“Karena dananya belum cair, untuk membeli bahan bangunan kita utang
dulu,” ungkapnya.
Kepala Dusun Cempokosari, Desa
Sarimulyo, Hadi Suprianto, mengakui untuk bedah rumah itu dananya dari
pinjaman. Kebetulan ada warga yang punya toko bangunan dan siap memberi
pinjaman. “Nanti bayarnya kalau dana udah cair,” cetusnya.
Pj. Kepala Desa Sarimulyo, Sugiono,
mengatakan dana yang dibuat untuk bedah rumah itu berasal dari swadaya
masyarakat dan anggaran dari Dana Desa (DD) tahun 2017. “Dananya memang
belum cair, kemungkinan akhir Maret atau awal April cairnya,” katanya.
Rumah Tasripan yang dibangun warga
secara gotong royong itu berukuran lima meter kali enam meter, ini
lebih luas dari ukuran sebelumnya yang hanya empat meter kali enam
meter.
“Pembangunan di perkirakan selesai pada Kamis mendatang
(16/3),” cetusnya.
Seperti diberitakan harian ini
sebelumnya, Tasripan, 36, asal Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo,
Kecamatan Cluring, ini hidupnya cukup memprihatinkan. Pria yang
kesehariannya sebagai tukang servis itu, rumahnya nyaris akan ambruk.
Hasil dari usaha servis, hanya cukup untuk dibuat makan setiap
harinya. “Rumah hampir ambruk, akan memperbaiki tidak punya uang,”
katanya.(radar)







Posting Komentar