Geger..!!! Ibu-Anak Tewas Misterius di Kamar
https://banyuwanginews1.blogspot.com/2017/03/geger-ibu-anak-tewas-misterius-di-kamar.html
WONGSOREJO – Warga Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo pagi kemarin
(15/3) geger menyusul ditemukannya Tumarini alias Ririn, 47, dan anak
perempuannya, Evi Novitasari, 15, tewas. Jenazah ibu dan anak ini
tergeletak di tempat tidur.
Penyebab kematian ibu dan anak itu masih misterius. Informasi yang
santer berkembang di Desa Alasbuluh menyebutkan, kalau korban sengaja
bunuh diri karena terbelit utang. Namun, informasi itu masih harus
didukung alat bukti di loaksi kejadian. Sebab, ketika dilakukan
pemeriksaan, tanda-tanda yang mengarah kepada pembunuhan atau bunuh
diri belum ditemukan.
Sekujur tubuh kedua korban tidak
ditemukan luka akibat penganiayaan. Mulut kedua korban juga tidak
mengeluarkan busa sebagai ciri-ciri kematian akibat menenggak racun.
Untuk mengetahui motif dan penyebab kematian ibu dan anak ini, polisi
membawa keduanya ke Puskesmas Wongsorejo.
Sayangnya, dari pihak keluarga menolak
jika tubuh korban dilakukan otopsi. Padahal secara medis, salah satu
cara mengungkap penyebab kematian ibu dan anak tersebut adalah dengan
diotopsi. Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kematian ibu
dan anak tersebut.
“Kami masih coba dalami dengan meminta
keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian,” ujar Kapolsek
Wongsorejo Iptu Kusmin. Tumarini alias Ririn sehari-hari bekerja
sebagai tukang sayur keliling (mlijo) dengan mengendarai sepeda motor.
Sekitar pukul 06.30, Ririn yang sedang
libur jualan, mendatangi rumah kakaknya, Boniran, 43, di Perum Permata
Candi Permai, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo. Saat datang di
rumah kakaknya itu, Ririn mendadak berpamitan dengan mengungkapkan akan
pulang dan pergi jauh tidak akan kembali.
Bahkan, korban juga sempat meminta maaf
kepada ibu-ibu yang menjadi langganan sayur dagangannya. Pukul 08.00,
anak sulung Ririn, Ari Wibowo, 19, yang juga penjual sayur keliling
sempat menjenguk ibunya di Dusun Krajan 1, RT 17/ RW 2, Desa Alasbuluh,
Kecamatan Wongsorejo.
“Ketika dijenguk, anak sulungnya sempat
diusir agar pulang dengan alasan dagangannya sudah habis,” terang
Kusmin. Anak sulung korban, Ari Wibowo juga curiga dengan tingkah laku
ibunya tersebut. Setelah pulang meletakkan gerobak dagangan di
rumahnya di Dusun Pos Sumur, Desa Bengkak, sekitar pukul 09.00, Ari
Wibowo kembali datang ke rumah ibunya tersebut.
Sesampai di rumah orang tuanya itu, Ari
Wibowo terkejut bukan main ketika melihat ibu dan adiknya, Evi
Novitasari, 15, terbujur kaku dengan posisi terlentang di atas kasur
yang digunakan alas di kamar tidur tersebut. Mendapati kondisi itu, Ari
Wibowo langsung berteriak histeris memberitahukan kepada Boniran,
pamannya.
“Usai menerima laporan kami langsung
datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujar Kusmin. Saat melakukan
olah TKP, polisi juga bersama dengan tim medis Puskesmas Wongsorejo.
Sayangnya,dari hasil pemeriksaan luar itu,
tim medis tidak menemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh kedua korban. Saat diperiksa tim medis, tubuh korban juga tidak ditemukan tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
tim medis tidak menemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh kedua korban. Saat diperiksa tim medis, tubuh korban juga tidak ditemukan tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
“Tubuh korban masih utuh, tidak
mengeluarkan busa ataupun kebiruan,” jelasnya. Polisi yang melakukan
olah TKP di rumah korban hanya menemukan barang bukti berupa gelas
berbau pesing yang dibuang di tempat sampah. Selain itu, polisi juga
menemukan surat wasiat yang diduga ditulis oleh korban sebelum
mengakhiri hidupnya.
“Kami masih belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian kedua korban,’’ tandas mantan Kapolsek Songgon itu. (radar)







Posting Komentar